Home / Peternakan / Perkembang Biakan Kambing/Domba
Perkembang Biakan Kambing Domba

Perkembang Biakan Kambing/Domba

1. Kambing / domba betina.

Mulai dewasa kelamin pada umur : 6 – 8 bulan. Umur yang baik mulai dikawinkan adalah umur : 10 – 12 bulan. Untuk menghindari perkawinan muda kambing betina sejak umur 5 bulan sudah dipisahkan dari kelompok kambing jantan, dikandang atau dipangonan.

Birahi timbul tiap 18 – 21 hari ( ± 19 hari) dan birahi berlangsung selama sehari semalam sampai dengan dua hari dua malam. Perkawinan yang tepat yang dapat menghasilkan kebuntingan adalah pada pertengahan birahi.

Bila kambing memperlihatkan tanda-tanda birahi pada : Pagi hari maka kawinkanlan pada sore harinya, bila birahi pada sore hari, kawinkanlah pada esok harinya pada pagi hari.

Tanda-tanda birahi :

  • Gelisah, mengembek-mengembek, ia berusaha mendekati atau mencari kambing jantan, sebentar-sebentar berjalan dengan menggosok / menggaruk-garukkan kakinya.
  • Ekor dikibas-kibaskan
  • Sering berkemih, nafsu makan menurun
  • Kemaluan luar agak membengkak, selaput bagian kemerah-merahan dan selaput lendir yang jernih.

Perkawinan pada induk sesudah melahirkan dilakukan sewaktu induk memperlihatkan tanda-tanda birahi yang pertama dan diulangi lagi tiap kali ternak tersebut birahi berikutnya sampai bunting. Hal ini butuh perawatan ditambah pakan yang baik. Lamanya bunting : 150 – 154 hari.

Tanda-tanda bunting adalah :

  • Induk lebih tenang, nafsu makan baik, badanya gemuk
  • Kalau dilepas ia berusaha menyendiri
  • Berahi tidak nampak lagi, warna rambutnya lebih mengkilat.
  • Perut sebelah kanan makin lama makin lebih menonjol dan menggantung.

Jumlah anak yang dilahirkan :

  • 1 – 4 ekor tetapi kebanyakan 2 ekor
  • Anak kambing disapih atau dilepas susu pada umur 3 – 5 bulan
  • Induk dikawinkan sewaktu masih menyusukan anaknya.

2. Kambing / domba jantan

Jantan mulai dewasa kelamin pada umur 6 – 8 bulan tetapi pada umur 12 baru baik untuk mengawinkan betina. Pejantan selalu dalam keadaan berahi, tiap rangsangan yang datang melewati panca indera, misalnya bau kambing betina yang tidak berada jauh darinya

3. Perkawinan

Untuk memperoleh jumlah anak kembar yang banyak, induk-induk selama 2 – 3 minggu sebelum dikawinkan diberi pakan tambahan, begitu juga pada pejantan yang sedang melayani betina dalam musim kawin.

Pelaksanaan perkawinan ada 2 macam :

A.Perkawinan individual

  1. Kambing /domba betina yang berahi di bawa ke tempat pejantan atau sebaliknya.
  2. Usahakan pejantan mengawini betina 2 kali berturut-turut.
  3. Setelah selesai kawin, betina dibawa berjalan-jalan agar ia tidak merasa ingin mengedan.
  4. Kalau induk mengedan setelah kawin, maka bibit jantan yang sudah ada dalam alat kelamin betina akan ditumpahkan keluar, sehingga mengurangi kemungkinan menjadi bunting.
  5. Pilihlah pejantan yang lebih besar daripada kambing / domba betina, supaya tidak ada kesukaran dalam perkawinan, lagi pula keturunannya akan lebih baik.

B. Perkawinan kelompok

  1. Sekelompok betina 20 – 30 ekor dibiarkan hidup bersama-sama dengan seekor pejantan, baik dikandang maupun di pangonan terus menerus silang dan malam selama 60 hari.
  2. Pada akhir hari ke-60 ® pejantan dipisahkan kembali.
  3. Pejantan yang sedang kuat-kuatnya  (yang sedang umurnya) dapat melayani perkawinan kelompok 60 ekor betina. Perkawinan sendiri-sendiri (individual) dapat mengawini 100 ekor setahun.

Mengapa induk terlambat melahirkan dan anaknya sedikit ?

Sebab-sebab keterlambatan dan usaha untuk menanggulanginya.  Tidak menyadari akan kepentingannya bahwa perternak yang tidak mempunyai pejantan sendiri adalah salah besar.

Perkawinan yang dipaksakan pada waktu kambing tidak berahi, tidak akan menghasilkan kebuntingan → maka kawinkan pada waktu yang tepat saat berahi.

Kemampuan berahi dan menunasi dari seekor pejantan akan menurun apabila ia selalu dicampur dengan betina terus-menerus→ pisahkan kandangnya

Induk yang kurang makan, sukar menjadi bunting dan hasil anaknya sedikit maka : selama 2 – 3 minggu menjelang dikawinkan diberi makan tambahan.

Pengaruh panas udara. Suhu tinggi akan mempengaruhi perkembangbiakan kambing betina dan jantan. Pada suhu tinggi banyak anak yang mati di dalam kandungan.

Untuk menanggulanginya maka :

  1. Usahakan agar udara disekeliling kandang sejuk. Tanam pohon petai cina atau perdu
  2. Tanam pohon pelindung secukupnya di pangonan
  3. Mandikan kambing pada hari yang panas, terutama induk menjelang dikawinkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *