Home / Peternakan / Pengelolaan Sapi Sapi Potong Secara Intensif…(1)

Pengelolaan Sapi Sapi Potong Secara Intensif…(1)

1. Kunci Keberhasilan Dalam Bidang Peternakan

  • Pengelolaan (Manajemen)
  • Bibit
  • Pakan

Ketiga-tiganya harus sama-sama diperhatikan, tidak boleh berat sebelah

2. Beternak Secara Intensif

Pengusahaan ternak dengan menempatkan ternak dalam kandang baik siang maupun malam. Kebutuhan ternak disediakan dalam kandang. Diperlukan pengetahuan, keterampilan dan manajemen tertentu agar dapat memberikan keuntungan maksimum.

3. Tujuan Beternak Intensif

  • Agar ternak tidak lagi merusak perkebunan, dan pengendalian penyakit hewan.
  • Kotoran ternak dapat dikumpulkan dengan mudah.
  • Pemanfaatan hasil samping perkebunan dapat optimal
  • Mutu dan jumlah ternak dapat ditingkatkan baik untuk potongan, qurban maupun untuk bakalan melalui penerapan IB
  • Pengendalian terhadap pemasaran hasil ternak dan pengolahan hasil ternak mudah

A. SELEKSI BIBIT DAN PERKAWINAN

Selain faktor lingkungan, bibit merupakan faktor yg sangat penting dan berpengaruh pada perkembangan ternak. Diperlukan usaha yg kuat untuk memperoleh bibit yang bermutu → seleksi bibit yang ketat. Bertujuan mendapatkan ternak berkualitas baik, tahan terhadap penyakit, daya adaptasi dan reproduksi baik, dll.

Ciri-ciri Sapi Yang Baik.

Bibit betina

  • Matanya bersinar dan bulunya mengkilap
  • Kaki kokoh dan tidak cacat
  • Ambing besar dan puting semetris
  • Berasal dari keturunan yg baik
  • Bobot badan dan tinggi proporsional sesuai dengan bangsanya
  • Ekornya panjang.

Bibit Jantan

  • Kaki kokoh dan lurus, pinggul lebar dan rata
  • Kepala lebih besar dan lebar dari kepala betina
  • Bertubuh besar, kuat dan sehat
  • Berasal dari sapi betina yg baik
  • Tidak terdapat cacat genetik
  • Alat kelamin normal.

B. PENILAIAN KONDISI SAPI.

Petunjuk Menilai Kondisi Sapi

  1. Amati lemak yg hanya menutupi tulang belakang, tulang pinggul, paha, rusuk dan daerah dasar ekor. Jangan sampai perut dan ukuran sapi mengacaukan penilaian.
  2. Pengamatan dilakukan dari samping dan dari belakang.
  3. Penilaian diberikan secara cepat dan secara bebas, jangan terpengaruh dari penilaian ternak sebelumnya.

 

 

1

 

Penilaian Kondisi Sapi (1)
 

2

 

3

 

 

 

4

 

 

Penilaian Kondisi Sapi (2)
 

5

 

 

6

 

 

Gambaran Nilai Kondisi

Nilai 1: Kurus Sekali

  1. Tulang-tulangnya sangat nyata terlihat.
  2. Tulang belakang menonjol tajam.
  3. Tulang rusuk pendek ujungnya menonjol nyata.
  4. Daerah sekitar dasar ekor sangat dalam cekungannya, tanpa lemak dan daging yg menutupi.

Nilai 2: Kurus

  1. Tulang-tulang menonjol jelas
  2. Tulang belakang masih nyata tonjolannya
  3. Ada sedikit daging tanpa lemak di paha dan tulang pinggul
  4. Paha dan pinggul masih menunjukkan tonjolan sudut tulang.

Nilai 3: Masih Kurus

  1. Lapisan otot dan lemak menutupi tulang
  2. Tulang belakang mulai terlihat membulat
  3. Ujung rusuk tulang rusuk kecil tidak jelas terlihat dan paha masih menonjol sudut-sudutnya.
  4. Dasar daerah ekor mulai berisi

Nilai 4 : Kondisi Bagus Belum Kelebihan Lemak

  1. Tulang belakang membulat, rusuk tertutup lapisan lemak
  2. Daging tipis
  3. Ujung rusuk kecil membulat dan tidak mudah terlihat
  4. Terdapat lapisan lemak di daerah pinggul dan paha yg merata.

Nilai 5: Kondisi sangat Baik

  1. Tulang-tulang tidak menunjukkan tonjolan atau garis nyata
  2. Tulang rusuk sulit terlihat
  3. Daerah sekitar ekor terisi sempurna dan ekor mempunyai kerutan lemak.
  4. Tulang- sekitar ekor tak terlihat
  5. Pantat dan bagian kaki belakang lebar dan berdaging

Nilai 6: Gemuk dan Sangat Gemuk

  1. Ternak berpenampilan bulat dan ada tonjolan lekukan kerutan lemak melapisi bagian belakang dan sepanjang tulang belakang.
  2. Lapisan berlipat dari lemak ada di kedua sisi dasar ekor
  3. Daerah sekitar dasar ekor telah terisi sempurna dengan lemak dan ada kerutan timbunan lemak di atas tulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *