Home / Peternakan / PENGELOLAAN SAPI POTONG SECARA INTENSIF…(3)
Pengelolaan Sapi Potong Secara Intensif 3

PENGELOLAAN SAPI POTONG SECARA INTENSIF…(3)

F. KESEHATAN HEWAN

Pencegahan penyakit hendaknya lebih diprioritaskan antara lain:

  1. Mencegah kontaminasi ternak sakit dengan ternak sehat
  2. Menjaga kandang selalu bersih dan kering
  3. Melakukan disinfektasi
  4. Melakukan vaksinasi dan test kesehatan ternak secara teratur.

1. Cara Penularan Penyakit

  • Kontak langsung (scabies, brucellosis, dll);
  • Kontak tidak langsung: melalui pekerja, alat-alat di kandang
  • Lewat vektor pembawa penyakit
  • Lewat tanah (Antrax, Tetanus)
  • Air Minum
  • Serangga
  • Udara.

2. Penyakit Radang Limfa (Antrax)

  • Dapat menular dengan cepat dan menular pada manusia
  • Penyebab Bacillus Anthracis. Menyerang ternak sapi dengan segala umur
  • Gejala:  Suhu tubuh mencapai 420C; Hidung dan dubur mengeluarkan darah; Nadi berdenyut cepat; Nafsu makan turun drastis

3. Penyakit Radang Limfa

Pencegahan : Vaksinasi dengan menggunakan Vaksin spora (max sterne) dosis 1 cc; Serum anti Antrax dengan dosis 50-100cc per ekor sapi

Pengobatan : dengan penyuntikan  antibiotik berspektrum luas (mis: penstrep).

4. Penyakit Ngorok (Septichaemia epizootica)

  • Penyebab dari penyakit ngorok ini adalah bakteri Pasteurella multocida.
  • Menyerang ternak sapi dari segala umur.
  • Gejala: Nafsu makan berkurang, terjadi pembengkakan pada leher dan dada; sapi mengorok; Lidah bengkak dan menjulur keluar; Mulut menganga dan mengeluarkan lendir berbuih; Sapi sulit bernafas.

5. Penyakit Kembung

  • Penyebab: gas dalam perut tidak bisa keluar karena pemberian pakan yg tidak teratur, pemberian rumput yg masih muda dan pemberian pakan konsentrat lebih dari 50%
  • Pencegahan: Sapi di beri pakan secara teratur; Pemberian legum tidak melebihi 50%
  • Pengobatan: Dapat diberi antibiotik untuk mematikan bakteri penghasil gas; Beri minyak makan kelapa /kedele : 2/3 cangkir.

6. Penyakit Cacing.

  • Penyebab : cacing hati, cacing gelang, dan cacing lambung menyerang pada semua umur sapi
  • Pencegahan : Tidak melepas sapi terlalu pagi; Tidak memberi hijauan segar yg berembun
  • Pengobatan : Zanil atau Valbazen 0,2 – 0,25 cc/Kg BB; Ferbendazole 10 mg / Kg BB; Dengan suntik Dovenik, 0,1 cc / Kg BB; Albadazole 10 – 20 mg/Kg BB.

7. Penyakit Kluron Menular (Brucellosis).

  • Penyebab : Bakteri brucella abortus bang.
  • Diserang betina sapi dewasa
  • Gejala : Terjadi radang alat kelamin;
  • Sapi selalu keguguran;
  • Anak yang lahir tidak sehat dan lemah

8. Tanda-tanda Sapi Sehat atau Sakit

No Bagian Sapi sehat Sapi sakit
1 Mata Jernih Kotor/merah
2 Hidung Ingus sedikit tidak berbau Berlendir, ingus banyak dan berbau
3 Kulit Kencang Kisut
4 Tubuh Gemuk/Gempal Kurus
5 Nafsu Makan/Minum Besar/ktif Kurang/tidak ada
6 Perabaan Badan Memberikan Reaksi Kurang, tidak ada
7 Istirahat Memamah biak Diam saja
8 Kaki Tidak pincang Pincang/berborok
9 Rongga Mulut Bau rumput Bau busuk
10 Kotoran Tidak mencret dan tidak berdarah Mencret, berbusa atau berdarah

G. Manajemen Pemeliharaan

Pemeliharaan Ternak Sapi

1. Sapi Induk

  • Sapi dijaga jangan terlalu gemuk / kurus.
  • Apabila birahi harus cepat-cepat dikawinkan,
  • Jangan dipakai untuk tenaga kerja, bila buntingnya sudah 7 – 8 bulan atau 1-2 bulan setelah melahirkan, (mis. mengangkut TBS).
  • Berilah pakan tambahan untuk mempersiapkan diri untuk menyusui anaknya.

2. Sapi Muda (4-15 bln)

Sapi muda dibawah 6 bulan perlu mendapat makanan halus seperti bubur (konsentrat) sebagai pengganti susu.

3. Pemeliharaan Anak Sapi.

  • Biasanya 30 menit setelah anak sapi lahir anak sapi tersebut akan berdiri dan menyusu pada induknya;
  • Bila tak dapat berdiri dan menyusu harap dibantu; Anak sapi perlu minum susu induknya pada hari-hari pertama hidupnya.
  • Susu induk yang keluar 1 – 4 hari ini disebut susu jolong (kolostrum)

Hal ini penting karena susu jolong mengandung:

  • Protein dalam jumlah lebih banyak daripada susu biasa;
  • Banyak mengandung vitamin, terutama vit A, Vit. B2, dan vitamin C;
  • Mengandung α globulin (zat antibodi tubuh) berguna untuk melawan bibit penyakit;
  • Sebagai obat urus-urus (laxantia).

Pada waktu sapi belum lahir pada ususnya terdapat kotoran yg berwarna hitam. Kotoran ini sangat disenangi oleh kuman-kuman penyakit. Oleh karena setelah lahir perlu dikeluarkan dengan jalan minum susu jolong.  Kotoran hitam yg keluar ini disebut dengan tahi gagak.

Bila susu dari induk tidak keluar dapat diberikan susu jolong buatan, yaitu terdiri dari :

  • Setengah liter susu murni.
  • Satu sendok teh minyak ikan.
  • Satu butir telur
  • Seperempat liter air

(Pemberiannya selama 4 hari pertama)

4. Penggemukan Sapi

Langkah awal program penggemukan sapi :

  • Keseragaman ternak : tipe, umur, dan besar tubuh, agar mudah mengelolanya
  • Jumlah sapi harus disesuaikan dengan fasilitas penunjang seperti : kemudahan memperoleh pakan, ukuran kandang,  kemampuan peternak.

Penggunaan bangsa ternak :

  • Perhatikan keunggulan atau kelemahan    ternak
  • Pilih bangsa ternak yg adaptif
  • Gunakan bangsa ternak yg populer di lingkungan  peternak

MACAM PROGRAM PENGGEMUKAN

1. Penggemukan Pedet Muda :

  • ternak yang dipakai : anak sapi lepas kolostrum dalam kondisi penyapihan dini.
  • pakan yang dipakai : milk replacer (susu pengganti), dimana nilai gizinya hampir sama dengan susu induk  (tanpa konsentrat dan hijauan).
  • lama penggemukan : 2-4 bulan
  • hasil yang diperoleh : daging veal

Apabila penggemukan diperpanjang lagi 2-4 bulan maka :

  • Pakan yang digunakan : konsentrat (PK 18-20%)
  • Umur potong : 8-9 bulan
  • Hasil daging yang diperoleh adalah : daging  calf (16-52 minggu)

2. Penggemukan Pedet Menjelang Dewasa :

  • sudah mengkonsumsi air susu induk
  • pakan : konsentrat atau biji-bijian
  • lama penggemukan : sampai umur 12-15 bulan
  • produk yang dihasilkan : daging beef (lebih 1 tahun)

3. Penggemukan Sapi Dewasa Muda

Sapi yang digunakan : umur 1 tahun atau lebih

  • Penggemukan dikandang terus menerus (Dry Lot Fattening)
  • Pakan berupa konsentrat (misalnya terbuat dari hasil samping industri kelapa sawit)
  • Pakan hijauan sangat terbatas
  • Lama penggemukan : 6-8 bulan
  • Produksi daging : beef dengan lemak sudah agak banyak.

Pelaksanaan :

  • Sejak awal ternak diberi pakan penguat (konsentrat) : ransum awal: 120-150 hari (4-5 bulan). ransum akhir: 100-150 hari lagi (3-5 bulan)
  • jumlah pakan konsentrat : 1 kg per 45 kg bobot hidup per hari (atau 2,5 – 3% dari BB)
  • pakan hijauan : terbatas jumlahnya.
  • Cara pemberian konsentrat sedikit demi sedikit agar tidak diare.

Keuntungan :

  • sapi cepat gemuk dan pertumbuhannya pesat
  • dapat dilakukan dalam jangka waktu pendek
  • dapat dilakukan di daerah sempit

4. Penggemukan Sapi Dewasa.

  • sapi yang digunakan adalah sapi bakalan import dari Australia  (ACC dan  Brahman Cross)
  • umur sapi yang digunakan : 2 – 2,5 tahun
  • kriteria sapi : agak kurus tetapi sehat, nantinya akan diharapkan  terjadi pertumbuhan kompensasi
  • bobot sapi : 275 – 350 kg
  • lama penggemukan : 2-3 bulan (dgn dry lot fattening)

Untuk pertambahan bobot badan kompensasi, bakalan harus memiliki kriteria sbb:

  • Umur sapi sekitar 2-2,5 tahun (pubertas)
  • Sapi bakalan tidak dalam kondisi sakit, klinis dalam keadaan sehat
  • Sapi bakalan tidak dalam kondisi gemuk atau kurus sekali
  • Postur tubuh dan ukuran vital panjang dan tinggi
  • Sapi bakalan sebaiknya dari tipe potong

5. Pasture Fattening

Digembalakan di lapangan penggembalaan yang luas (Hijauan kualitas yang baik). Pakan : Rumput + leguminosa

Pelaksanaan penggemukan:

  • Umur sapi muda 1-1,5 tahun
  • Lama penggemukan 6-8 bulan

Keuntungan:

  1. Menghemat tenaga kerja dan biaya
  2. Mengurangi penggunaan feed suplement protein
  3. Hijauan otomatis dipupuk dengan kotoran ternak
  4. Tidak diperlukan kandang khusus

Kelemahan:

  1. Memakan waktu lama
  2. Hanya bisa dilakukan di derah yg memiliki lahan luas.

ANALISIS USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG

Penggemukan sapi lokal bobot badan 200 kg (umur 2 tahun), Lama penggemukan 100 hari, Volume penggemukan 5 ekor.

Rp.000

Uraian Satuan Volume Harga

Satuan

Harga Total
Kandang (5 ekor) pemakaian 5 tahun unit 1 3.000 3.000
Peralatan Kandang set 1 200 200
Tenaga kerja pemelihara bulan 3.33 400 1.332
Biaya penyusutan kandang periode 1 164 164
Harga sapi bakalan ekor 5 3000 15.000
Biaya pakan (5 ekx8kgx100hr) kg 4.000 500 2.000
Obat-obatan dan vitamin/ periode ekor 5 50 250
Biaya lain periode 1 200 200
Total Biaya (A) 19.146

Rp.000

Selisih pembelian bakalan (B) ekor 5 300 1.500
Penerimaan Brt hidup sapi kg 1300 17.000 22.100
Penerimaan pupuk knadang ekor 5 200 1.000
Total Penerimaan (C) 23.100
Keuntungan selama 100 hari 2.454
Keuntungan per bulan 753

Penggembalaan ternak tidak boleh dilakukan di areal perkebunan, agar usaha ternak sapi tidak bersifat mengganggu.

H. PUPUK KANDANG DAN PEMBUATANNYA

Proses pembuatan pupuk

  • Kotoran ternak dikumpul kedalam lubang yang luasnya sesuai dengan kebutuhan
  • Tanah bekas galian ditimbun disekeliling lubang agar menjadi tinggi dan terhindar dari genangan air
  • Setelah lubang penuh lalu ditutup dengan tanah atau plastik, jerami, daun pisang, gedek agar tidak dihinggapi serangga (lalat)
  • Biarkan timbunan tersebut selama ± 3 bulan, agar pupuk (kompos) matang dan siap pakai
  • Lubang penimbun sebaiknya dilengkapi dengan naungan untuk mencegah pupuk tidak terlalu kering oleh terik matahari atau terlalu basah oleh hujan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *