Home / Peternakan / Pengelolaan Sapi Potong Secara Intensif…(2)
Pengelolaan Sapi Potong Secara Intensif 2

Pengelolaan Sapi Potong Secara Intensif…(2)

C. Perkandangan

1. Kandang Sebagai Tempat Perlindungan Ternak

Fungsi Kandang

  • Melindungi ternak dari parasit penyebab penyakit
  • Mencegah ternak agar tidak merusak tanaman
  • Sebagai tempat untuk tidur dan istirahat ternak
  • Tempat untuk merawat ternak yang sakit.
  • Memudahkan pengontrolan
  • Untuk tempat makan dan minum ternak
  • Sebagai tempat perkawinan dan beranak
  • Tempat membuang kotoran dan kencing ternak

2. Hal Yang Perlu Diperhatikan Pada Fungsi Kandang Di Atas

  • Membuat kandang harus kuat agar dapat dipakai lama
  • Perlu dibersihkan secara rutin agar terus sehat
  • Lantai kandang dibuat agak miring agar lantai dalam keadaan kering
  • Ukuran kandang disesuaikan dengan kebutuhan.

3. MODEL KANDANG

A.Kandang Lantai Semen

  1. Kandang relatif lebih bersih
  2. Lantai kandang lebih kering dan tidak basah
  3. Kuman penyakit, parasit dan jamur yang hidup di lantai kandang dapat ditekan perkembangannya.
  4. Kebersihan ternak terjamin
  5. Biaya Pembuatan relatif mahal

B. Kandang Lantai Tanah

  1. Kebersihan kurang terjamin karena kotoran, kencing dan sisa makanan bercampur di atas lantai
  2. Lantai sering becek dan lembab
  3. Kuman penyakit, parasit dan jamur berkembang subur
  4. Kesehatan dan kebersihan ternak kurang terjamin
  5. Biaya pembuatan lebih murah
  6. Konstruksi kandang lebih sederhana

D. Reproduksi

Usaha mengembangbiakkan ternak. Memperbanyak sapi sekaligus meningkatkan mutu dan kualitas ternak. Harus mengetahui hal-hal yg berhubungan dengan reproduksi sehingga akan diperoleh sapi dengan jumlah yg maksimum.

1. DEWASA KELAMIN

Proses reproduksi sapi jantan atau betina mulai berfungsi, tergantung faktor genetik dan lingkungan. Umumnya : sapi tropis dewasa kelamin umur 1,5 – 2 tahun.

Kawin pertama sapi umur 2 – 2,5 tahun

Apabila terlalu awal:

  • Induk tidak akan bisa mengalami pertumbuhan sempurna,
  • Mengalami kesulitan melahirkan,
  • Anak yang lahir kurang sehat,
  • produksi air susu relatif sedikit.

TANDA-TANDA BIRAHI

  1. Sapi lebih peka, dan gelisah,
  2. Mencari/mendekati pejantan,
  3. Mencoba menaiki temannya/diam jika dinaiki,
  4. Sering melenguh-lenguh dan ekor terangkat keatas,
  5. Vulva agak merah, membengkak dan hangat,
  6. Vagina mengeluarkan lendir agak bening.

Sapi betina mau kawin/dikawinkan pada saat birahi (pengaruh hormon).

2. Siklus birahi

Periode birahi sampai birahi berikutnya disebut siklus birahi  lamanya 3 minggu. Perkawinan yg tepat pada waktu birahi yaitu berkisar antara 12 – 18 jam setelah muncul birahi. Jika birahi pagi → kawinkan sore hari. Jika birahi sore → kawinkan esok paginya.

Faktor yang mempengaruhi perkembangan pubertas ialah:

  1. Jumlah pemberian pakan
  2. Pemberian pakan yang terbatas, serta Nutrisi (kand. protein, energi dan vitamin A)
  3. pemberian pakan yang kurang baik kualitasnya (kandungan nutrisi rendah) akan menunda pubertas dan menghambat estrus kembali.
  4. Pemberian Vitamin A, terutama pada ternak yang mendapat hijauan kualitas rendah (hijauan musim kemarau ?) dapat memperbaiki : Tingkat konsepsi induk dan Daya hidup pedet.

E. Pakan Dan Cara Pemberiannya

1. PAKAN TERNAK

Segala sesuatu yg dapat dimakan oleh ternak, tidak mengganggu kesehatan, mengandung zat yg dibutuhkan ternak

Hal yg perlu diperhatikan:

  1. Pakan disukai oleh ternak
  2. Mudah dicerna
  3. Mengandung nilai gizi yg baik

HIJAUAN PAKAN TERNAK, kandungan serat kasarnya tinggi terdiri dari rumput-rumputan dan leguminosa.

Rumput-rumputan :  alam, kultur.

Leguminosa: mengandung serat dan protein yg tinggi dan sangat disukai sapi, pemberian tidak boleh secara tunggal.

2. Cara pemberian pakan

Pemberian makanan sapi pedaging, sangat beragam, hal ini disebabkan :

Masing-masing program mempunyai tujuan, target produksi tertentu, misalnya untuk :

  • Pertumbuhan
  • Pubertas/fertilitas/reproduksi
  • Laktasi
  • Produksi daging

Sumber bahan pakan yang tersedia (yang dapat dipakai untuk makanan sapi pedaging) sangat banyak ragamnya, yaitu dari :

  • rumput
  • hijauan kacang-kacangan
  • limbah pertanian/industri pertanian/perkebunan
  • dan lain-lain

Kebutuhan zat makanan di dalam program pemeliharaan anak (program Cow Calf) bervariasi, tergantung dari ”status fisiologi” ternak yang dipelihara yaitu :

  • Pertumbuhan
  • Bunting
  • Menyusui
  • Masa Kering
  • dan lain-lain (pejantan).

Untuk memudahkan pemeliharaan dan cara pemberian makan (akibat adanya ”status fisiologi” yang berbeda) maka dalam program pemeliharaan anak, agar keuntungan dapat ditingkatkan, maka ternak yang dipelihara sebaiknya dikelompokkan sesuai dengan kebutuhannya.

3. Kelompok Ternak

A.Kelompok induk betina :

  1. Calon induk
  2. Induk muda (yearling) bunting tua (1/3 akhir  kebuntingan)
  3. Induk muda (umur 2 tahun) awal laktasi (produksi 5 kg/hari)
  4. Induk dewasa, kering
  5. Induk dewasa, laktasi (3-4 bulan awal laktasi) produksi rata-rata (5 kg/hari)
  6. Induk dewasa, laktasi (3-4 bulan awal laktasi) produksi tinggi (10 kg/hari).

B. Kelompok Pejantan:

Untuk memudahkan dalam tata laksana pemeliharaan dan pemberian Pakan, maka pejantan dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu :

  • Pejantan muda
  • Pejantan dewasa

Pejantan muda :

  • Pertumbuhan, PBB = 0.75 – 1.00 kg/h
  • Bobot 350 – 475 kg
  • Ransumnya bisa sama dengan calon induk
  • Atau ransum dara bunting, dengan ditambah dengan sedikit biji-bijian/konsentrat jika perlu untuk mendapatkan PBB yang cukup (1 kg biji-bijian/100 kg PBB)
  • Jantan jangan kurus atau terlalu gemuk

Pejantan dewasa

  • Pemberian makan bertujuan untuk mempertahankan dan memperbaiki kondisi
  • Pada/menjelang musim kawin, pemberian makan, ditingkatkan setelah musim kawin, jantan mengalami penurunan bobot badan
  • Selain, pemberian makan sesuai dengan kebutuhan, maka pejantan perlu gerak yang cukup “EXERCISE.

4. Contoh penggunaan Hijauan pada Sapi

-Kebutuhan hijauan 10% dari bobot ternak

-Mis: berat sapi 250 Kg = 25 Kg

terdiri dari 70% rumput dan 30% leguminosa. 17,5 Kg : 7,5 Kg

5. Konsentrat

Pakan yg banyak mengandung protein dan energi. Konsentrat sapi dapat disusun dari hasil sampingan industri perkebunan. Kebutuhan konsentrat seekor sapi = 1% dari bobot hidup.

Cara Pemberian Pakan.

  1. Pemberian konsentrat tidak boleh bersamaan dengan hijauan.
  2. Konsentrat diberikan terlebih dahulu 2 kali sehari yaitu pagi jam 8.00 dan sore jam 15.00.
  3. Pemberian hijauan 2 jam setelah pemberian konsentrat diberikan secara bertahap dan pemberiannya 3 kali sehari.
  4. Jika konsentrat diberikan 100%, maka diperlukan masa adaptasi.

6. FORMULA PAKAN BERBASIS PRODUK SAMPING TANAMAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

Pelepah dan daun Sawit % 36,5
Bungkil Inti Sawit % 45,0
Lumpur (solid) limbah  PKS % 10,0
Molases (tetes tebu) % 5,0
Garam % 0,5
Urea % 2,0
Biovit (mineral dan vitamin) % 1,0

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *