Home / Peternakan / PEMBUATAN SILASE JERAMI PADA DENGAN MENGGUNAKAN MOLASES
PEMBUATAN SILASE JERAMI PADA DENGAN MENGGUNAKAN MOLASES

PEMBUATAN SILASE JERAMI PADA DENGAN MENGGUNAKAN MOLASES

Jerami padi merupakan limbah pertanian yang paling banyak tersedia dan sering digunakan sebagai pakan pada saat persediaan rumput kurang. Jerami padi merupakan bahan pakan ruminansia yang tergolong bahan pakan yang berkualitas rendah, karena jerami padi tersusun atas selulosa, hemiselulosa, silika, dan lignin

. Lignin yang terdapat pada dinding sel merupakan penghalang bagi kerja enzim yang mencerna selulosa dan hemiselulosa. Karakteristik jerami adalah tingginya kandungan serat yang tidak dapat dicerna karena lignifikasi selulosa yang tinggi sehingga kecernaannya menurun.

Silase adalah hijauan yang difermentasi sehingga hijauan tersebut tetap awet karena terbentuk asam laktat. Silase ialah hijauan makanan ternak yang disimpan dalam keadaan segar yaitu kadar airnya 60% sampai 70% di dalam suatu tempat yang disebut dengan silo dengan sistem anaerob.

Karena hijauan yang baru dipotong kadar airnya sekitar 75% samapai 85%, maka untuk bisa memperoleh hasil silase yang baik, hijauan tersebut bisa dilayukan terlebih dahulu selama 2-4 jam.

Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari silase antara lain dapat mengatasi kekurangan pakan ternak di musim kemarau atau musim paceklik, menampung kelebihan produk hijauan makanan ternak atau untuk memanfaatkan hijauan pada saat pertumbuhan terbaik, tetapi belum dipergunakan dan mendayagunakan hasil sisa pertanian atau hasil ikutan pertanian.

Pengawetan hijauan segar atau yang sering disebut dengan silase diharapkan dapat mengatasi permasalahan kekurangan hijauan segar terutama pada musim kemarau yang selanjutnya dapat memperbaiki produktivitas ternak.

Molasses merupakan limbah cair yang berasal dari sisa-sisa pengolahan tebu menjadi gula. Molasses sebagai bahan alternatif berfungsi sebagai mempercepat terbentuknya asam laktat serta menyediakan sumber energi yang cepat tersedia dalam bakteri. Fungsi lain molasses adalah mempercepat terciptanya kondisi asam (Plantus, 2008).

Tetapi molases dapat digantikan dengan cairan gula merah dan air sumur yang merupakan sumber bakteri, kemudian dicampur pada bahan pakan

Silase yang berkualitas baik mempunyai ciri-ciri teksturnya tidak berubah, tidak menggumpal, berwarna hijau seperti daun direbus, dan berbau asam. Silase merupakan hijauan yang diawetkan dengan cara fermentasi dalam kondisi kadar air tinggi (40-80%).

Pembuatan pakan ternak dengan awetan basah atau silase sudah lama dikenal dan semakin menjamur di negara yang memiliki iklim subtropis, karena memiliki empat iklim seperti di Negara Eropa yang sangat mendukung untuk mengawetkan pakan ternak menjadi silase.

Prinsip dasar pembuatan silase adalah fermentasi hijauan oleh mikroba yang banyak menghasilkan asam laktat. Mikroba yang paling dominan adalah dari golongan bakteri asam laktat homofermentatif yang mampu melakukan fermentasi dari keadaan aerob sampai anaerob. Asam laktat yang dihasilkan selama proses fermentasi asam berperan sebagai zat pengawet sehingga dapat menghindar dari bakteri pembusuk (Ridwan, 2005).

Keunggulan pakan yang dibuat silase adalah pakan awet (tahan lama), tidak memerlukan proses pengeringan, meminimalkan kebusukan, atau kerusakan zat makanan atau gizi akibat pemanasan, serta mengandung asam-asam organik yang berfungsi menjaga keseimbangan populasi mikroorganisme (Febrisiantosa, 2007).

Prinsip dalam pembuatan silase adalah fermentasi karbohidrat oleh bakteri asam laktat secara anaerob. Bakteri asam laktat akan menggunakan karbohidrat yang terlarut dalam air dan menghasilkan asam laktat, asam laktat ini akan berperan dalam penurunan pH silase (Tarmidi, 2004).

Metode Praktikum

  1. Ditimbang jerami padi sebanyak 3 kg.
  2. Dibentangkan plastik bening untuk tempat jerami padi
  3. Disebarkan jerami padi di atas plastik tersebut.
  4. Campur air sumur dengan gula merah kemudian aduk sampai
  5. Diaduk-aduk jerami padinya kemudian dicipratkan ciprat sedikit demi sedikit hasil adukan air sumur dengan gula merah ke jerami (pengganti molases)
  6. Begitu seterusnya sampai tercampur sampai
  7. Setelah tercampur, masukkan jerami padi ke dalam silo secara bertahap hingga benar-benar padat dan tidak terdapat
  8. Tutup rapat silo hingga udara tidak dapat

Tabel 1. Hasil Uji Organoleptik Pembuatan Silase Jerami Pada Dengan Menggunakan Molases Yang Baik

Uji Minggu pertama Minggu kedua Minggu ketiga
Aroma Sedikit menyengat Menyengat (bau tape) Tidak menyengat*
pH 6 6 7
Warna Kuning kecoklatan Kuning kecoklatan Kuning kecoklatan
Tekstur Kasar, mulai rapuh Rapuh (lunak) Rapuh (lunak)

*Pada minggu ketiga bau tidak menyengat karena pada bagian atas silo tumbuh jamur.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *