Home / Peternakan / PEMBUATAN MOL (MIKROORGANISME LOKAL) DENGAN LIMBAH KULIT PISANG
PEMBUATAN MOL (MIKROORGANISME LOKAL) DENGAN LIMBAH KULIT PISANG

PEMBUATAN MOL (MIKROORGANISME LOKAL) DENGAN LIMBAH KULIT PISANG

Bahan pakan yang berkualitas dan mengandung gizi tinggi relatif mahal, karena pakan konvensional masih impor seperti jagung dan bungkil kedelai dengan penggunaannya masih bersaing dengan kebutuhan manusia.

Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memperoleh bahan alternatif yang relatif murah, mudah didapat dan bernilai gizi cukup. Bahan pakan tersebut dapat memanfaatkan dari limbah pertanian.

Hasil limbah pertanian harus menggunakan teknologi fermentasi, penambahan MOL (mikroorganisme lokal) untuk menekan nilai serat kasar dan memperbaiki nilai nutrisi serta menghilangkan komponen antinutrisi.

Pada limbah pertanian berupa kulit pisang mengandung antinutrisi tanin yang cukup tinggi sebagai penghambat penyerapan nutrien maka dari itu pengolahan pakan harus menggunakan teknologi fermentasi.

MOL (mikroorganisme lokal) adalah cairan hasil fermentasi yang berbahan dari sumber daya alam yang tersedia disekitar tempat.

Bahan-bahan tersebut merupakan tempat yang disukai oleh mikroorganisme sebagai media untuk hidup dan berkembangnya mikroorganisme yang berguna dalam mempercepat penghancuran bahan-bahan organik atau sebagai sebagai tambahan nutrisi bagi tanaman.

Selain itu mol juga dapat berperan sebagai pestisida hayati karena kemampuannya dalam mengendalikan beberapa macam organisme pengganggu tanaman (OPT).

MOL juga diindikasi mengandung zat perangsang tubuh. MOL mengandung unsur hara mikro dan makro serta mengandungmikroba yang berpotensi merombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan sebagai agen yang dapat mengendalikan hama penyakit pada tanaman.

Salah satu limbah yang digunakan yaitu kulit pisang. Kulit pisang adalah limbah yang mencemari udara karena menimbulkan bau tidak sedap dan mengurangi keindahan lingkungan, kulit pisang juga memiliki nilai gizi yang cukup baik yang kemudian dicampur dengan tambahan bahan pakan lainnya. Pencampuran dimanfaatkan untuk melengkapi kebutuhan gizi ternak.

Mikroorganisme lokal (MOL) adalah cairan yang terbuat dari bahan-bahan limbah yang digunakan sebagai media hidup dan berkembangnya mikroorganisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan organik.

MOL dapat juga disebut sebagai bioaktivator yang terdiri dari kumpulan mikoorganisme lokal dengan memmanfaatkan potensi sumber daya alam setempat. MOL berfungsi sebagai perombak bahan organik dan sebagai pupuk yang difermentasi
(Setiawan, 2013).

Kulit pisang merupakan limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai tambahan pembuatan pakan ternak. Biasanya kulit pisang diberikan secara langsung pada ternak.

Kulit pisang mengandung karbohidrat sebesar 59,00%, protein kasar 0,90%, lemak kasar 1,70%, serat kasar 31,70% dan berbagai kandungan mineral lainnya yang berguna baik untuk ternak (Anhwange et al., 2009).

Adapun 3 komponen penting dalam pembuatan mikroorganisme lokal yaitu:

  1. Bahan ini dibutuhkan bakteri atau mikroorganisme sebagai sumber energi. Untuk menyediakan karbohidrat bagi mikroorganisme bisa diperoleh dari air cucian beras, nasi bekas atau nasi basi, singkong, kentang, gandum, dedak atau bekatul.
  2. Bahan ini juga sebagai sumber energi bagi mikroorganisme yang bersifat spontan (lebih mudah dimakan mereka). Glukosa bisa didapat dari gula pasir, gula merah, molases, air gula, air kelapa, air nira dll.
  3. Sumber bakteri. Bahan yang mengandung banyak mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman antara lain buah-buahan busuk, sayur-sayuran busuk, keong mas, nasi, rebung bambu, kulit pisang, urine kelinci, pucuk daun labu, tapai singkong dan buah maja. Biasaya dalam MOL tidak hanya mengandung satu jenis mikroorganisme tetapi beberapa mikroorganisme diantaranya Rhizobium sp., Azospirillium sp., Azotobacter sp., Pseudomonas sp., Bacillus sp. dan bakteri pelarut phospat (Rimbulan, 2008).

Metode Pembuatan MOL Limbah Kulit Pisang

  • Disediakan kulit pisang sebanyak 1,6 kg lalu dicacah kecil-kecil dengan pisau
  • Dimasukkan cacahan kulit pisang ke dalam aqua galon 6 liter
  • Diiris gula merah sebanyak 0,5 kg lalu dilarutkan dengan 1 liter air sumur
  • Dilarutkan satu buah ragi dengan satu liter air beras sampai homogen
  • Dilarutkan satu bungkus terasi dengan satu liter air kelapa sampai homogen
  • Dimasukkan semua larutan ke dalam galon 6 liter kemudian ditutup dengan plastik bening dan diikat dengan karet
  • Diamati pada hari  ke 7, 14 dan 21 dengan melihat perubahan warna, aroma, rasa, tekstur dan pH

Tabel 1. Uji Organoleptik Yang Baik Pada MOL Limbah Kulit Pisang

UJI

Pengamatan

1

2

3

Tekstur      Lembut

Lembut

       Lembut
Warna

  Cokelat Muda

  Cokelat Muda

Cokelat Muda

Aroma

Alkohol

Alkohol

Alkohol

Rasa

Sedikit Asam

Sedikit Asam

Sedikit Asam

pH

4

4

4


Pengamatan 1

PEMBUATAN MOL (MIKROORGANISME LOKAL) DENGAN LIMBAH KULIT PISANG

Pengamatan 2

PEMBUATAN MOL (MIKROORGANISME LOKAL) DENGAN LIMBAH KULIT PISANG

Pengamatan 3

PEMBUATAN MOL (MIKROORGANISME LOKAL) DENGAN LIMBAH KULIT PISANG

One comment

  1. I have noticed you don’t monetize daulaykausar.com, don’t
    waste your traffic, you can earn extra bucks every month with new monetization method.
    This is the best adsense alternative for any type of website (they approve all websites), for more info simply search in gooogle: murgrabia’s tools

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *