Home / Cerpen / Kelinci Yang Malang Dan Tupai Baik Hati
Kelinci Yang Malang Dan Tupai Baik Hati

Kelinci Yang Malang Dan Tupai Baik Hati

Hari ini, berbeda dengan hari-hari biasanya. Suasana hutan terlihat sangat gelap mencekam dan langit juga mulai menghitam. Mungkin, sebentar lagi akan terjadi badai yang besar. Penghuni hutan merasa takut bila terjadi badai. Para binatangpun bergegas kesangkar masing-masing untuk melindungi diri. Akan tetapi, kelinci tidak tau harus bersembunyi dimana. Kelinci sudah kehilangan rumahnya akibat diinjak oleh seekor gajah.

Kelinci, mulai mencari-cari tempat dan dia menemukan pohon yang dapat ia gunakan untuk berlindung. “Sepertinya pohon ini cocok untuk kujadikan tempat tinggal” ucap kelinci. Kelinci mulai bersiap-siap untuk istirahat. Saat matanya mulai terlelap, ia mendengar suara desisan. Ia terkejut, ternyata diatasnya ada seekor ular yang siap untuk menerkamnya. Kelinci menghindar dan langsung lari dengan sekencang-kencangnya.

Hari sudah mulai gelap, namun kelinci masih belum menemukan tempat tinggalnya. Saat itu tupai melihat kelinci sedang bersedih. “Wahai kelinci, kenapa kau terlihat begitu sedih?” Tanya tupai. Kelinci diam dan tidak menjawab pertanyaan tupai. Tupai bingung harus berbuat apa karena pertanyaannya tak dijawab oleh kelinci. Tupai masih tetap tidak menyerah, ia ingin tahu apa yang terjadi pada kelinci “Wahai kelinci, apakah kau kehilangan keluargamu? Sehingga kau bersedih seperti ini?” Tebak tupai.

Mendengar perkataan tupai, kelinci terkejut dan sontak menjawab “tidak, aku tidak kehilangan keluargaku”. “Lalu, apa yang terjadi?” Lanjut tupai. Kelinci diam sejenak dan akhirnya menjawab pertanyaan tupai “Sebenarnya aku kehilangan rumahku, dan sekarang aku tidak tahu harus tinggal dimana”. Saat mendengar jawaban kelinci, tupai sontak tertawa terbahak-bahak. Kelinci bingung dan sedikit kesal “bagaimana bisa kau menertawakan hal yang tidak lucu seperti ini?” Tanya kelinci sedikit kesal. “Sudah jelas aku tertawa, kau bisa saja menggunakan banyak pohon dihutan ini” jawab tupai.

Saat itu kelinci menceritakan, kejadian yang dia alami dengan seekor ular. “Begitulah ceritanya” kata kelinci setelah selesai bercerita. “Ternyata seperti itu” ucap tupai “Bagaimana kalau kau tinggal di pohonku ini saja?” Lanjut tupai. Kelinci terkejut “Lalu, kamu akan tinggal dimana?” Tanya kelinci. Tupai terdiam, “Tenamg saja, aku dapat tinggal dimana saja di hutan ini” jawab tupai bohong. “Benarkah tupai? Kau akan memberikanku pohon ini?” Tanya kelinci antusias. “Tentu saja” jawab tupai.

Kemudian, kelinci sangat senang karena telah mendapatkan tempat tinggal baru. Melihat hal itu, tupai juga ikut merasa senang. Tupai akhirnya pergi meninggalkan kelinci agar kelinci bisa beristirahat. Tupai juga berniat untuk mencari tempat tinggal lagi karena tempat tinggal sudah ia berikan kepada kelinci. Tupai pun pergi jauh meninggalkan kelinci untuk mencari tempat tinggalnya. Tupai pergi jauh dan bertemu dengan si Kerbau.” Tupai mengapa kau disini bukankah tempatmu berada disana” kata kerbau sambil menunjukan hutan tempat tupai dahulu tinggal.

”Tidak Kerbau aku tidak lagi tinggal di sana” jawab Tupai

”Mengapa tupai? Mengapa kamu tidak lagi tinggal di sana lagi” balas Kerbau dengan penuh keheranan.

”Kelinci menempati tempat tinggalku, karena aku kasihan kepadanya dia tidak mempunyai tempat tinggal” jawab Tupai

Kerbau tersebut tertawa mendengar jawaban si Tupai. Kerbau merasa si Tupai seperti binatang bodoh yang mau merelakan begitu saja tempat tinggalnya. Padahal kerbau masih ingat betapa susah payahnya Tupa dahulu ketika mencari tempat tinggal.

”Tupai, tupai, mengapa kamu mau begitu saja merelakan tempat tinggal itu, padahal dahulu aku masih ingat ketika kamu bersusah payah mencari tempat tinggal” kata kerbau dengan rasa sepele dia dengan si Tupai.

”Itu mudah Kerbau aku bisa saja mencari tempat tinggal di pohon-pohon di hutan ini” jawab si Tupai dengan penuh kepercayaan diri.

”Okelah, akanku temani kau mencarinya” sahut kerbau dengan iba dan pertemanannya dengan ke Tupai dan rasa pensaran kerbau apa yang dilakukan tupai selanjutnya.

Mereka berdua pun pergi mencari tempat tinggal untuk si tupai. Mereka mencari pohon ke pohon untuk mencari tempat tinggal pohon yang cocok dan nyaman. Tetapi di hutan ini hampir semua pohon ditempati oleh binatang lain. Ada pohon yang belum ditempati, tetapi tidak layak untuk dihuni. Tempat pohonnya rusak dan tempatnya tidak nyaman dan aman. Banyak binantang buas sekitar pohon yang tidak layak dihuni itu.

”Bagaimana Tupai apa kamu menemukan tempat yang cocok untuk tempat tinggalmu? ” tanya kerbau dengan menyindir si Tupai.

”Aku pasti akan menemukan tempat tinggal ku” jawab Tupai dengan pantang menyerah untuk menemukan tempat tinggalnya.

Seketika kerbau menemukan ide untuk tempat tinggal si Tupai. ”Bagaimana kalau kamu Tupai tinggal di bawah pohon bukan di atas pohon” kerbau memberitahu idenya kepada si Tupai.

”Tidak kerbau aku seekor Tupai, Tupai itu tempat tinggal harus di pohon, tupai mana yang mau tinggal di bawah pohon” jawab Tupai dengan penuh rasa yang mustahil.

“Tetapi Tupai,! hampir semua pohon telah ditempati oleh binatang lain, kamu tidak bisa lagi tinggal di pohon, coba saja kamu tinggal di bawah, Mengapa tidak? Coba menjadi tupai yang pertama tinggal di bawah pohon” jawab kerbau.

Mendengar jawaban si kerbau, tupai seakan-akan mengiyakan jawaban tersebut. Menurut tupai, ide si kerbau masuk akal. Sudah tidak mungkin lagi dia tinggal di pohon. Maka mereka berdua pun mencari semak-semak di hutan untuk tempat tinggal si tupai yang cocok.

Berselang waktu mereka menemukan tempat yang cocok untuk tempat tinggak si Tupai. Tempat tersebut strategis dan cocok untuk ditempati. Maka kerbau menyarankan untuk si tupai tinggal disini. Si tupai pun secara mau tidak mau harus tinggal disitu karena alasan yang tidak bisa ia tolak. Kerbau pun pergi meninggalkan si tupai karena si tupai telah menemukan tempat tinggalnya.

Tupai pun tinggal di situ. Pada malam hari ketika tupai tidur terdengar suara desisan. Ternyata suara itu adalah suara ular yang hendak memangsa tupai. Tupai pun sadar dengan suara desisan itu dan langsung kabur. Tentu saja ular itu pun mengejar si tupai. Tupai pun berlari sekencang mungkin untuk menjauh dengan si ular.

Tupai pun terjebak di jalan buntu. Si tupai pun tidak bisa kemana mana. Tidak ada pohon untuk dimanjat. Nampak ular dengan gerak gerik ingin memangsa tupai. Tupai pasrah dengan keadaannya.

Tiba tiba kerbau datang menginjak ular tersebut. Tupai selamat dari serangan ular tersebut. Tupai merasa tertolong dan sangat berterima kasih kepada si kerbau. ” Kerbau terima kasih banyak kerbau kamu telah menolong ku” ucap si Tupai. ” Tidap apa-apa, kamu baik-baik saja kan tupai” ujar kerbau.

“Tupai, kamu benar,,! kalian para tupai tidak cocok untuk tinggal di bawah pohon itu bahaya, jadi gimana kalau kita kembali dengan si kelinci untuk meminta kembali tempat tinggal si tupai ” ujar kerbau

“Itu benar aku akan mecoba membujuknya”balas Tupai.

”Gimana kalau kamu dan kelinci tinggal bersama di pohon itu.” muncul ide si kerbau

” Ide bagus Kerbau, mengapa tidak terpikirkan dari tadi ya” jawab si Tupai merasa lucu dengan dirinya sendiri

Mereka pun pergi ke tempat tinggal si Tupai dahulu. Sesampai ke tempat pohon tersebut. Betapa terkejut si Tupai melihat tempat tinggalnya di pohon tersebut tidak ada kelinci. Mereka pun heran dan bingung melihat keadaan itu. Lewat burung gagak menyampaikan sesuatu kepada mereka.

“Tupai, kerbau kalian akhirnya datang, aku datang menyampaikan sesuatu” ujar si gagak

‘Apa itu wahai burung gagak” jawab mereka berdua.

“Si kelinci yang tinggal disini mati dimakan harimau ketika dia sedang mencarimu tupai” beritahu gagak.

Mendengar hal itu betapa terkejutnya mereka. Si tupai merasa menyesal mendengar berita itu. Kerbau menghibur tupai bahwa ini bukan salahnya si tupai. Maka dari itu, ketika mengambil keputusan kita harus memikirkannya baik baik. Mereka hanya bisa merelakan teman mereka itu dan tidak akan melupakannya.

End…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *