Home / Peternakan / GRAZHING METHOD
GRAZHING METHOD

GRAZHING METHOD

Produksi dan produktivitas ternak terutama ternak ruminansia dalam peningkatannya harus diiringi dengan kualitas dan kuantitas pakan hijauan. Pakan Hijauan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan pokok dan juga merupakan sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menjaga ketersediaan pakan secara kontinyu baik dari segi kualitas maupun kuantitas adalah dengan memanfaatkan padang penggembalaan (Grazhing) atau dapat disebut pasture.

Padang penggembalaan (Grazhing) merupakan suatu areal yang ditumbuhi vegetasi yang dominan family rumput-rumputa (gramine) serta tumbuhan lainnya seperti legum yang digunakan sebagai sumber hijauan pakan ternak serta dapat menampung ternak dalam jumlah tertentu dalam batas arealnya.

Grazhing  management dapat dibuat secara intensif atau ekstensif yaitu:

  • Intenshif : memerlukan tambahan input seperti tenaga kerja, sumber daya, modal, dan lain-lain.
  • Ekstensif : memerlukan tambahan output seperti kendaraan, fasilitas, mesin dan lain-lain

Grazhing management harus mekukan kesesuaian jangan sampai terjadi under grazhing atau over grahzing yaitu ketidaksesuaian antara jumlah ternak dengan luas areal padang penggembalaan.

Grazhing Method

Metode Penggembalaan

Metode penggembalaan adalah prosedur yang disusun untuk tujuan spesifik yaitu tingkat optimum penggembalaan dimana seimbangnya jumlah ternak dengan ketersediaan sumber daya dan luas areal penggembalaan. Metode penggembalaan yaitu:

1. Continuos dan Rotaional Stocking

Ternak tidak dibatasi dan tidak terputus waktu untuk melakukan penggembalaan pada lokasi yang tersedia. Ada periode istirahat dan memberi kesempatan hijauan tumbuh kembali (regrowth) antara satu paddock ke paddock berikutnya. Periode tersebut dapat diperpanjang maupun diperpendek agar dicapai kondisi optimum. Ketika produksi hijauan tinggi dilakukan pengawetan (Hay/Silage) sebelum hijauan matang (Mature). Umumnya paddock digunakan sampai tingkat 70-80% dari hijauan tersedia. Sistem rotasi bermanfaat untuk spesies hijauan yang memerlukan waktu untuk istirahat sesuai siklus tumbuhya

2. Buffer Grazhing

Yang dimana metode ini digunakan apabila supply pastura tidak konstan yang diakibatkan pola pertumbuhan tanaman atau lingkungan. Salah satu pendekatan yaitu dengan melakukan penyesuaian secara kontinyu dengan menggunakan pagas listrik (electric fence).

3. Strip Grazhing

Ternak digembalakan pada suatu area dalam periode wak tu yang relatif pendek biasanya kurang dari 7 hari. Metode ini hijauan tidak memerlukan waktu istirahat untuk tumbuh kembali.

4. Creep Grazhing

Penyesuaian terhadap perbedaan produksi ternak. Contohnya ketika dicampur induk dengan anak sapi, diharapkan anak sapi dapat menggembala pada wilayah khusus dengan jenis hijauan yang mempunyai palatabilitas dan kecernaan yang tinggi.

5. First-Last Grazhing

Membagi paddock ke dalam porsi dengan kualitas tinggi dan rendah secara berurutan ternak yang digembalakan sesuai kebutuhan nutrisinya. Contohnya sapi yang sedang laktasi memerlukan nutrient yang lebih tinggi dibandingkan sapi kering. Kualitas hijauan mempunyai stratifikasi terkait pada bagian atas atau bawah kanopi. Kualitas tertinggi terdapat pada bagian atas kanopi, dan sebaliknya.

6. Mixed Grazhing

Mengkombinasikan dua atau lebih spesies ternak pada padang penggembalaan, dapat secara terpisah atau bersamaan. Keuntungannya yaitu adanya perbedaan tingkat kesukaan terhadap spesies hijauan terhadap kontrol gulma (Sapi dan Kambing).

7. Sequence Grazhing

Dua atau lebih unit lahan mempunyai spesies hijauan yang berbeda. Dapat dibagi untuk sistem rotasi atau penggembalaan kontinyu. Membantu menyesuaikan kualitas dan kuantitas hijauan dengan kebutuhan ternak.

8. Frontal Grazhing

Metode ini menggunakan sliding fence dan ternak dapat mengakses hijauan yang utuh. Efisiensi tinggi, dan lebih seragam penggunaanya, dan manure juga lebih terdistribusi serta memerlukan wilayah yang datar.

Kemampuan ternak gembala untuk mengkonsumsi nutrient tergantung faktor ternak, fisik/kimia tanaman, lingkungan dan management. Kebutuhan nutrisi bervariasi tergantung jenis dan kelas ternak. Keberhasilan sistem grazhing adalah memadukan kualitas dan kuantitas nutrisi dengan kebutuhan ternak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *