Home / Opini / ASURANSI
ASURANSI

ASURANSI

1. SEJARAH ASURANSI

Peraturan asuransi secara informal mula-mula ditemukan pada koperasi dan persaudaraan yang terdapat pada masyarakat Eropa pada sekitar 400 tahun yang lalu. Pada masa itu, petani mempunyai kebiasaan untuk membangun kembali gudang seorang petani yang mengalami kerusakan secara bersama sama.

Demikian pula bila terdapat kepala rrumah tangga dari sebuah keluarga meninggal dunia, maka anggota masyarakat lainnya akan mengumpulkan dana guna membantu mereka yang ditinggalkan. Pada pengaturan penyediaan jaminan tidak resmi semacam ini, setiap resiko dibagi atau dipikul bersama oleh anggota masyarakat.

Hal yang semacam itu sebenarnya sudah dijumpai pada masyarakat Romawi Kuno. Pada masa itu, tentara romawi mempunyai kebiasaan untuk menempatkan sebagian uang atau pendapatan mereka pada suatu lembaga tertentu. Dana yang dikumpulkan itu akan dibayarkan kepada keluarganya dalam hal tentara itu tewas, atau dikembalikan kepada tentara itu sendiri dalam hal tentara itu tadi pension.

Jadi mirip program pertanggungaan jiwa atau tunjangan hari tua yang saat ini banyak dijual oleh perusahaan asuransi kerugian atau asuransi jiwa sekarang ini. Pengaturan informal semacam ini telah terbukti cukupn memberikan jaminan dan banyak dilakukan pada beberapa ribuan tahun yang lalu.

Selaras dengan perkembangan industri, kebutuhan akan sistim yang lebih formal itu timbul. Kemudian disebabkan oleh semakin meningkatnya urbanisasi penduduk, mengakibatkan seseorang itu, menjadi asing dengan tetangganya karena mereka tidak mempunyai kesamaan kepentingan. Oleh karena itu menjadi tidak memadai untuk mengharapkan bantuan dari tetangga apabila kepentingan ekonomis mereka itu berbeda.

Sehubungan dengan itu, sangat alamiah bahwa konsep pool kerjasama dan kebersamaan itu kemudian menjadi diformalisasikan pada masyarakat industri. Dibawah pengaturan baru yang formal, jaminan terhadap kemungkinan terjadinya kerugian dapat diperoleh dengan cara membeli polis asuransi dari perusahaan asuransi.

Pada mekanisme pengalihan risiko seperti itu, setiap pemegang polis secara tersirat mengumpulkan risiko mereka dengan dengan pemegang polis yang lain. Namun diantara para pemegang polis tersebut, tidak diperlukan lagi untuk saling kenal satu dengan yang lainnya.

2. PENGERTIAN ASURANSI

Menurut ketentuan pasal 246 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD)

“Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian dengan mana penanggung mengikat diri kepada tertanggung dengan menerima premi untuk memberikan penggantian kepadanya karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin dideritanya akibat dari suatu evenemen (peristiwa tidak pasti)”.

Istilah asuransi berasal dari bahasa Belanda ”Verzekering atau Assurantie”. Oleh R Sukardono diterjemahkan dengan pertanggungan, dalam bahasa Inggris disebut ”Insurance”. Istilah asuransi dan pertanggungan mempunyai persamaan pengertian, istilah pertanggungan ini umum dipakai dalam literatur hukum dan kurikulum perguruan tinggi hukum di Indonesia, sedangkan istilah asuransi banyak dipakai dalam praktik dunia usaha.

Perasuransian adalah istilah hukum (legal term) yang dipakai dalam perundang undangan dan perusahaan perasuransian. Istilah perasuransian berasal dari kata “asuransi” diberi imbuhan per-an, maka muncullah istilah hukum “perasuransian” yang berarti segala usaha yang berkenaan dengan asuransi.

3. SISTEM KERJA ASURANSI

Dengan membeli polis asuransi, seseorang akan dapat memindahkan resiko yang dihadapinnya kepada perusahaan asuransi dengan membayar premi, sehingga perusahaan tersebut menerima total resiko dari individu tersebut.

Dengan melewati proses seleksi dan underwriting yang hati hati, dapat menerima total resiko itu dengan resiko yang sangat kecil dibandingkan dengan resiko yang dihapadi pemegang polis. Kemungkiannya bahwa secara total, jumlah resiko tersebut lebih kecil daripada resiko seorang pemegang polis yang manapun juga.

4. FUNGSI ASURANSI

  • Asuransi sebagai lembaga proteksi.

Perusahaan asuransi adalah perusahaan asuransi yang menerima transfer risiko dari pihak lain, atau perusahaan asuransi menjadi penanggung atau suatu risiko yang dialihkan oleh pihak lain (tertanggung). Jadi peranan perusahaan asuransi disini adalah sebagai lembaga proteksi, yaitu lembaga yang selalu siap untuk memberikan proteksi yang berupa jaminan kerugian kepada tertanggung, sesuai dengan perjanjian yang tertuang dalam polis.

  • Asuransi sebagai lembaga keuangan.

Perusahaan asuransi bertindak sebagai lembaga perantara antara pihak yang memiliki dana dengan pihak yang membutuhkan dana, sehingga perusahaan asuransi juga disebut sebagai lembaga keuangan bukan bank.

Melalui penjualan polis perusahaan melakukan pengumpulaan dana masyarakat, dan dana yang terkumpul lalu disisihkan sebagai terbesar dalam bentuk cadangan premi dan cadangan klaim guna membiayai pembayaran klaim.

Agar kemampuan membayar klaim itu dapat ditingkatkan, maka dana yang dicadangkan tersebut harus dikembangkan dengan cara diinvestasikan agar menghasilkan. Dalam hal perusahaan menerima banyak klaim, maka return dari investasi akan dapat diandalkan untuk membantu memelihara kesehatan keuangan perusahaan.

  • Asuransi sebagai usaha.
    • Usaha asuransi, dibagi dalam asuransi kerugian, asuransi jiwa, reasuransi
    • Usaha penunjang usaha asuransi, usaha pialang asuransi, usaha pialang reasuransi, penilai kerugian asuransi, konsultan aktuari, dan agen asuransi.

5. RESIKO YANG DAPAT DIASURANSIKAN

  • Kerugian, yaitu suatu insuable interst harus mempunyai kemungkinan akan adanya kerugian. Kerugian harus dapat dinilai dan harus pasti baik menurut waktu maupun tempat. Sehingga kita dapat mengatakan kapan dan dimana kerugian itu terjadi, dan harus dapat membuktikannya.
  • Resiko yang tidak diperkirakan sebelumnya (accidental), yaitu sesuatu yang bias atau tidak bias terjadi.
  • Reasonable premium (premi yang pantas), naik dari sudut pemegang polis maupun perusahaan asuransi. Pengalaman kerugian pada suatu jenis resiko tertentu, dan tingkat kemungkinan kerugian yang mungkin timbul serta frekuensi terjadinya kerugian merupakan hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam penetapan tingkat premi.
  • Resiko harus tidak menimbulkan kerugian katastropal, kerugian katastropal akan timbul apabila obyek yang diasuransikan itu dapat terkena bencana atau kerugian pada saat yang bersamaan. Obyek yang demikian adalah tidak dapat diasuransikan. Sebagaimana kita ketahui bahwa prinsip asuransi adalah banyak orang memberikan kontribusi pembayaran terhadap kerugian yang hanya sedikit (kecil). Ketika kerugian itu sangat besar dan yang memberikan kontribusi pembayaran hanya sedikit, maka system asuransi tisak akan jalan. Berdasarkan keadaan itu, maka apabila sebuah perusahaan asuransi menutup asuransi kebakaran semua rumah di daerah Pulo Mas, jika terjadi musibah maka kerugiannya akan bersifat katastropal.
  • Resiko harus bersifat homogeny artinya resiko yang diasuransikan itu mempunyai kesamaan sifat atau karakter. Prinsip ini adalah untuk memenuhi Hukum Angka Besar, karena prinsip asuransi adalah melakukan penutupan sejumlah besar resiko guna membayar kerugian yang kecil. Apabila hanya ada terlalu sedikit resiko yang ditutup, maka asuransi tidak akan berfungsi. Akibatnya, apabila suatu barang itu terlalu mempunyai sifat khusus/unik atau hanya satu-satunya, maka umunya tidak dapat diasuransikan. Andaikan dapat diasuransikan maka preminya akan tinggi sekali.
  • Resiko harus tidak bertentangan dengan kepentingan umum atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Misalnya seseorang yang dikenai denda tilang itu menderita kerugian karena harus membayar denda. Namun kerugian itu tidak dapat diasuransikan karena kerugian itu timbul sebagai akibat adanya peraturan yang dilanggar.

6. BERAKHIRNYA ASURANSI

  • Jangka waktu

Asuransi dapat berakhir dalam 1 tahun atau bahkan 10 tahun, namun ada juga yang seumurhidup tergantung jenis asuransi.

  • Perjalanan berakhir

Misalnya asuransi diadakan untuk perjalanan kapal dari Belawan menuju Tanjung Balai atau pesawat dari Kuala Namu International Airport menuju Bandar Udara Binaka.

  • Terjadi evenemen yang diikuti klaim

Apabila terjadi evenemen yang menimbulkan kerugian penanggung akan menyelidiki apakah bukan karena kesalahan tertanggung dan sesuai dengan evenemen yang telah ditetapkan dalam polis.

  • Asuransi berhenti atau dibatalkan

Pertanggungan dapat berakhir apanila pertanggungan itu berhenti, karena terjadi kesepakatan antara tertanggung dan penanggung. Seperti premi tidak dibayar.

  • Asuransi gugur

Biasanya  terdapat dalam asuransi pengangkutan, jika barang diangkut diasuransikan kemudian tidak jadi diangkut, maka asuransi gugur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *